Tuesday, July 9, 2013

Apa Arti Seorang Pasangan ?

Dahulu saat kita dekat atau mengejar pujaan hati, apapun dilakukan, yang tadinya tak romantis berubah menjadi romantis, tadinya jorok dan bau berubah menjadi wangi dan bersih, sebuah jerawat di pipi seakan membuat dunia ini berhenti karena jerawat dan malu keluar rumah, jutaan pujian dan kata-kata gombal keluar dari mereka. Janji sehidup sematipun sering kali diucapkan. Kata “cantik”, “sayang” “honey”, ”babe”, “rindu” dan “cinta” begitu mudah diucapkan, sehari tak bertemu serasa tak lengkap rasanya, sehari tak dengar suaranya seakan sepi dunia ini.
Orang tua saling didekatkan dan kesukaan orang tua masing-masing dipenuhi dan kadang harus overacting mengambil hati orang tua agar dapat diijinkan menikah dengan pasangan kita.
Sebuah pesan untuk menjaga dan membahagiakan pasangan kita selalu terucap dari bibir orang tua saat menikah, pesan bijak selalu terucap dari mereka, tetapi setelah menikah kata “cantik”, “sayang”, “honey”, ”babe” , “rindu” dan “cinta” begitu sulit diucapkan. Seorang istri merupakan seorang wanita yang berhati lembut, perlu kasih sayang dan perlu juga dibantu serta dimintakan pendapatnya, wanita seorang manusia biasa begitu juga kita laki-laki.

Mau punya istri yang sempurna ?


Sebuah keinginan yang tak mungkin terjadi, kok ga mungkin terjadi?… apakah kita juga sempurna sehingga menuntut istri kita sempurna? Bukan kesempurnaan yang harus kita cari tapi hal-hal positif apa yang bisa melengkapi diri kita yang bisa kita dapat dari pasangan.
Tiada yang sempurna di dunia ini….
Tiada yang abadi di dunia ini..

Hidup sebuah keluarga sederhana. Sang Ayah seorang pekerja keras dan mudah bergaul, ia kenal hampir semua orang di kampungnya, ia figure ayah idaman bagi banyak orang. Walaupun kadang kala kekurangan namun ayah jarang mengeluh, begitu pula istri dan anaknya.
Hari demi hari berjalan, ternyata usaha ayah yang gigih telah membuahkan hasil sehingga ayah sekarang sering pergi ke luar kota dan pulang semakin larut karena lembur di kantor. Awal-awal ayah ditugaskan keluar kota sebulan sekali, makin lama atasannya semakin percaya dan meminta Ayah mewakilinya setiap kali ada acara kantor untuk keluar kota, kali ini seminggu bisa 2-3 kali…
Ayah tidak merasa ada yang hilang, ayah masih memberikan nafkah kepada keluarga bahkan menurut Ayah jumlah uang yang diberikannya lebih banyak, ayah sekarang bisa membelikan baju-baju bagus buat anak tercintanya, Ayah bisa membetulkan rumah mereka yang sederhana, ayah masih bisa menelpon ketika makan siang dan kadang ayah sempatkan menelpon ketika mau pulang, ayah masih bisa melihat istrinya dan anaknya tertidur setiap kali ia tiba dirumah.
Lalu apa yang hilang? Semuanya sempurna bukan…
Apakah anda melihat ini adalah diri Anda saat ini?

Yang hilang mungkin sudah tidak disadari lagi, karena kesibukan dan norma yang dibentuk oleh media dan kehidupan sehari-hari, kita makin sukar melihat ada hal-hal kecil dalam hidup yang seakan sudah menjadi sesuatu yang langka, sesuatu yang kecil namun mungkin sangat berarti bagi Istri Anda…

Apakah kita dulu masih bisa minum teh atau kopi bersama istri di pagi hari atau sore hari sebelum tidur…?
Apakah kita dulu masih bisa bercerita ditempat tidur dengan istri Anda tentang polah tingkah si kecil dan apa yang akan anda lakukan besok…?
Apakah kita dulu masih bisa menjadi imam sholat magrib dan isya bagi istri dan anak Anda…?
Apakah kita dulu sempat ke rumah yatim dengan istri untuk memberikan zakat dan sedekah …?
Apakah kita dulu masih sempat mengajak istri kerumah orang tuanya dihari minggu…?

Tangan, mulut dan kakiku tak berfungsi
He..heemm…Hemm..hemmm…
Apa papa..
Mau apa…?
          Hemm…heem..
          Mau kemana…
          Mau pipis…?
          Mau makan..?
Mau apa papa..?
mama ga ngerti..
mama ga paham..
He..heem..hem..
          Suster..suster…bapak mau apa..?
          Papa mau apa sayang?
Papa, ….mama mau arisan dulu yah papa..
          Hem..hemm….hemmm…
          (papa mau ditemani mama…)
Dah.. papa.. dadahhh nanti mama kesini lagi ya…
papa.. maafin mama yah
mama ga arisan tapi mama mau pulang ke rumah
mau ke kamar kita berdua..
          mama ga tahan melihat papa ga berdaya..
          mama ga kuat lihat papa seperti itu..
          mama sayang papa..
          mama mau lihat foto saat kita menikah yah..
Saat papa masih segar..
Saat papa masih sehat..
Saat papa…memeluk mama..
mama kangen pelukan papa..
          mama mau bantu papa..
          mama mau jaga papa..
          mama mau mengelap tubuh papa..
          Tapi mama harus kuatin diri mama dulu..
          Hari ini mama hancur melihat papa seperti ini…
          Beri waktu mama sebentar ya pah…
mama ga tega dan ga kuat lihat papa tak berdaya…
mama sayang papa….


No comments:

Post a Comment