Monday, September 22, 2014

Apakah Waktu Bisa Kita Beli ?

Sadarkah kita waktu tidak akan kembali lagi?Sadar dong. Buktinya kita setiap pagi buru-buru dan jarang sekali memberi jalan untuk orang lain..he..he.
Sempatkah kita mencium anak dan mengantarkan ke sekolahnya setiap hari serta mendoakannya?
Sempat dong dan itu pekerjaan setiap hari, apa yang kita bicarakan kepadanya? Diam saja dan langsung antar sambil ngebut dan buru-buru, sadarkah kita bahwa kita tidak mengajarkan kesabaran kepada anak?
Tetapi kan sudah telat dan kita harus buru2, tetapi apa akibat dari hal tersebut?, anak kita menjadi anak yang tak sabar dan tidak mau mengalah serta tidak menjadi peduli kepada orang lain, saat kita tidak peduli maka tidak ada kasih sayang sesama manusia yang kita ajarkan kepada anak. 
Sebuah pengalaman sore kemarin seorang bule perempuan hampir setengah jam ia mondar-mandir, saya bertanya ia sedang mencari apa?, rupanya ia mencari induk kucing untuk menyusui anak kucing yang sedang kelaparan, induk beserta anaknya akan ia rawat, begitu peduli ia akan mahluk hidup, apakah kita mengajarkan anak kita untuk peduli?
Saat kita tidak mengajarkan kepedulian maka mereka kita akan jadi peduli, mungkin juga nanti saat kita sakit apakah anak kita peduli?.
Mari kita renungkan hal tersebut, proses pendidikan anakku saya ceritakan di Ebook Adakah Sedikit Waktu Untukku?
Jika dapat manfaat jangan lupa follow @papiputri



Sunday, September 21, 2014

menikah ?

Saat kita beranjak dewasa dan mulai menyukai lawan jenis, impian selanjutnya adalah menikah. Berbagai keribetan dan kesibukkan saat proses akan menikah kita alami, tetapi setelah kita menikah apa sih yang akan kita alami ?

Beberapa bulan pertama menikah terasa begitu membahagiakan dan menggembirakan tetapi setelah itu akan beberapa cobaan yang harus kita lalui bersama, kesabaran dan pengertian harus kita miliki agar pernikahan kita bahagia, bener ga?, tetapi kan tidak semudah itu..he..he, kadang kita bicara mudah tetapi yang merasakannya akan begitu menyakitkan hati malah kadang membuat kita marah dan emosi, kenapa harus emosi?, kan kita yang memilih pasangan bukan orang tua kita kan?

Mengapa pernikahan begitu menjemukan?
Mengapa selalu ada pertengkaran?
Mengapa tidak merasa bahagia dalam pernikahan?
Mengapa kita merasa tidak nyaman di rumah?
Mengapa kita merasa tertekan di rumah?
Mengapa berbeda sekali saat kita belum menikah?
Mengapa belum memiliki anak ?
Mengapa dan mengapa?

Tenang saja semua itu ada di Ebook Tips Menciptakan Keharmonisan Keluarga. Apakah ebook ini bisa membantu pernikahan saya? bisa, karena ebook ini dibuat berdasarkan pengalaman dan proses kehidupan pernikahan saya, bukan berasal dari teori saja, semua prosesnya saya ceritakan dengan gamblang.

Dengan keluarga yang bahagia akan menciptakan anak yang bahagia juga, apakah anda mau anak anda merasa tidak bahagia? Ebook Tips Menciptakan Keharmonisan Keluarga 

Ebook Tips Menciptakan Keharmonisan Keluarga ini berisi dari proses pernikahan sampai saat ini. 

Thursday, September 18, 2014

untuk apa kita dilahirkan

Sebuah pertanyaan yaitu untuk apa kita dilahirkan?
Pernahkah kita bertanya seperti itu kepada diri kita, buat apa sih kita di dunia ini?
Saat kita balita terasa begitu indah penuh dengan canda, tawa, bermain dan gembira, saat remaja kadang ada yang sudah mengenal cinta, suka kepada lawan jenis dan kita masih bisa tertawa karena tidak memikirkan apapin juga kebutuhan kita, karena semua telah terpenuhi oleh orang tua, tetapi ada juga yang berjuang untuk menghidupi dan membantu perekonomian orang tua.
Saat kita dewasa kita mulai bekerja dan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga, malah kadang kita lupa apa arti tertawa lepas karena terlalu sibuk dengan target dan pekerjaan kita.
Dahulu saat kita balita kita berolahraga, setelah dewasa malah lupa akan hal tersebut. Mengapa?
Setelah kita dewasa dan berkeluarga kita berjuang untuk menjadikan anak-anak kita menjadi orang yang berhasil dan kalau bisa lebih dari diri kita.
Setelah anak menikah dan meninggalkan kita, terasa begitu sepi rumah ini yang kita bangun untuk mereka, kita sendirian. Setelah itu kita mulai sakit-sakitan, mulai rapuh diri kita dan akhirnya ajal menjemput kita.
Saat ajal menjemput kita, apa yang kita bawa?, harta, rumah mewah, mobil, pekerjaan, atau pujian dari orang lain karena kesuksesan kita?
Siapa yang akan menolong kita?
Saat hal itu terjadi dan pasti terjadi, siapa yang akan menolong kita?
Mari kita renungkan hal tersebut dan mari baca proses mengubah diri berdasarkan pengalaman pribadi saya di Ebook mengubah diri

tips mengajarkan kesalahan kepada anak

Seringkah kita melarang anak? Sering...he..he karena kita takut anak terluka, kan kita sayang banget sama mereka. Sama dong..he..hee.
Tetapi setelah melarang apakah kita menjelaskan kepada mereka, mengapa kita melarang hal tersebut?
Kadang ada orang tua yang melarang dengan suara keras, menjerit dan hal tersebut membuat anak takut dan kadang juga membuat anak trauma, sadarkah kita akan hal tersebut?
Anak memiliki rasa ingin tahu karena mereka belum tahu dan ia ingin tahu rasanya seperti apa, rasa itu akan ia ingat seumur hidupnya. Tetapi jika kita melarangnya ia hanya tahu itu tidak baik saja tanpa merasakan hal tersebut.
Dengan pelarangan kadang membuat anak tidak mau mencoba, jika tidak mau mencoba maka ia akan kehilangan keberanian untuk mengetahui hal baru.
Setiap pagi saya mengantar Putri ke sekolah, dalam perjalanan yang kadang macet membuat saya berfikir, apakah tidak ada jalan potong?
Saya ajak putri untuk mencoba lewat jalan baru dan kami sama-sama tidak mengetahui kemana itu akan keluar trtapi saya mengetahui arah tujuan kami.
Saya ceritakan kepada putri bahwa mencoba dan belajar dari kesalahan seperti mencoba jalan tembus yang belum kita ketahui, menyasar atau berbelok arah itu pasti tetapi kita harus berusaha untuk mencapai tujuan kita yaitu sekolah putri, kami berbelok arah hari itu dan malah agak lambat tetapi kami sampai tujuan.
Keesokan harinya di saat yang sama saya ceritakan kepada putri bahwa saya tersesat, tetapi tidak masalah karena kita harus mencoba dan belajar dari kesalahan kemarin, saya lewat jalan tersebut kembali dan kami lebih cepat dan tidak terkena macet, putri senang karena kami berdua mencoba bersama, dan nanti setelah pulang sekolah saya akan ceritakan bahwa saya tidak tersesat karena telah tahu jalannya.
Pengalaman seperti ini yang saya selalu ajarkan kepada putri dan pengalaman tersebut ada di ebook adakah waktu untukku ?

Tuesday, September 16, 2014

Tips agar selalu bahagia

Mengapa kita merasa tidak bahagia?

Ih..baru buka blognya sudah ditanya..he..hee, bahagia apakah selalu di identifikasi dengan uang atau kekayaan? tidak, menurut saya karena bahagia itu tidak selalu diukur dengan uang, tetapi uang memang diperlukan untuk melanjutkan proses kehidupan, sebagai nilai tukar, tetapi ingat uang bukan segalanya.

Kita merasa tidak bahagia karena kita kurang bersyukur, kok bisa. Bisa, karena bersyukur dengan yang kita miliki kadang kita lupakan malah kadang kita memikirkan hal yang belum kita miliki dan mengejar apa yang belum kita miliki dengan sepenuh hati, jiwa dan waktu yang kita relakan untuk mengejar hal tersebut. Benarkah itu? benar tetapi akan salah saat itu menjadi prioritas hidup dan melupakan segala hal lain, seperti melupakan kesehatan sehingga kita masuk rumah sakit karena kurang beristirahat, tidak olahraga dan lain-lain. 

Kita merasa tidak bahagia karena kita lupa bahwa kesehatan itu merupakan anugrah yang sangat indah dan perlu kita syukuri, mengapa ? saat kita memiliki banyak uang dan bisa membeli apapun juga untuk kita makan, tetapi karena sakit kita hanya makan bubur saja dan tangan kita terikat dengan infus serta kita tidak dapat jalan-jalan sedangkan teman membuat status facebook, path, twitter sedang menikmati indahnya pantai di Bali..he..hee. bagaimana perasaan kita jika itu terjadi?

Dari hal kecil seperti itu seharusnya kita dapat bersyukur atas kesehatan yang kita miliki. Cara dan proses saya memahami kebahagiaan ada di Ebook Bahagia..?..Itu Mudah