Sunday, September 28, 2014

mengubah prioritas anak

Setiap pagi adakah waktu kita untuk mengantar anak ke sekolah atau setiap sore pernahkah kita bertanya kepada mereka tentang sekolah mereka, keadaan mereka?

Kita bisa setiap detik, menit memegang gadget kita, sibuk update status tentang lokasi kita, banyak orang yang klik like, berkomentar akan status yang kita buat, tetapi apakah kita tahu setiap saat perasaan anak kita?, perasaan saat ia dicemooh oleh teman kelasnya, perasaan saat ia merasa sendirian di rumah, perasaan saat temannya bisa dijemput oleh ibunya sedangkan kita bekerja, apakah saat kita pulang kerja bersamanya atau sibuk dengan pekerjaan yang dibawa pulang ke rumah?

Sadarkah kita sobat bahwa waktu kita bersama anak hanya sampai ia berusia tujuh atau delapan tahun, setelah itu dia akan sibuk dengan teman, sahabat, atau les-lesnya, jika mereka ada masalah siapa yang akan mereka mintakan pendapat jika bukan diri kita sebagai orang tuanya?

Saya seorang pria yang bekerja setiap hari, saya menyediakan waktu pagi untuk mengantar putri sekolah, saat mengantar sekolah saya bernyanyi, bergembira dengannya, saya matikan semua alat komunikasi dan musik, saya ingin waktunya berarti walau hanya 30 menit sehari, saya selalu peluk dan katakan cinta padanya. 

Sebuah waktu yang tidak akan saya biarkan begitu saja saat saya bersama Putri di pagi hari dan tidak ingin saya ganti dengan kegiatan lain, saya hanya ingin mengantarnya ke sekolah sampai gerbang atau kelasnya dan memeluknya, mengatakan cinta kepadanya walau pekerjaan saya menunggu, biarlah pekerjaan menunggu tetapi waktu yang sedikit ini hanya untuknya. Jika kita tidak paksakan maka kita tidak akan memiliki waktu untuk anak, kita kadang lupa prioritas kita bekerja untuk membahagiakan anak dan istri dari hasil pendapatan kita, tetapi apakah kedekatan, pelukan dan kasih sayang tidak diperlukan anak?

Proses mengubah prioritas tentang anak saya ceritakan di Waktu Untuk Anak, Isi ebook ini tentang proses kedekatan hati, emosi dengan anak dari sejak kehamilan sampai berusia 6 tahun. Perbandingan mother care, tips memilih mother care dengan menggunakan baby sister, mengajarkan anak mandiri, berani, seni, proses menumbuhkan kepercayaan setelah mengalami trauma.

gadget teman atau musuh?

Teman, sahabat merupakan sesuatu yang memberikan kita kebahagiaan, menegur kita saat kita salah, menasehati kita saat tidak bijak, dan menemani kita saat kita sedih dan terluka, tetapi mereka jarang ada saat kita bahagia, karena biasanya kita lupa dengan mereka.
Gadget teman apa musuh kita yah?

Gadget menjadi teman saat ia bermanfaat kepada diri kita dan orang lain, seperti memberikan dan menyebarkan informasi tentang kebaikan dan memberikan inspirasi untuk semua orang.

Gadget kadang begitu  penting untuk diri kita seperti saya yang pelupa, gadget sangat membantu saya menelpon istri karena nomernya tersimpan disana dan saya tidak hafal dengan nomer istri. Tetapi gadget jahat saat kita melupakan orang lain, melupakan keluarga, anak yang ada di samping kita, yang berada di satu rumah dengan kita, tetapi karena sibuk dengan gadget menimbulkan kita tidak berbicara dengan mereka, tidak mendengarkan cerita anak tentang sekolahnya tentang isi hati dan perasaannya, kita lupa bahwa mereka lebih penting dari gadget kita.

Keluarga, ayah, ibu dan anak ada di samping diri kita tetapi pikiran dan fokus kita bukan untuk mereka tetapi ke gadget, apa sih yang penting dari gadget itu?, berita yang bisa nanti kita baca, info teman yang nanti bisa kita baca atau bisnis kita?.

Mungkin jika kita ditinggal sendirian kita tidak akan pernah tahu, karena kita sibuk dengan gadget itu. Menggunakan gadget seharusnya lebih bijak lagi, lebih tahu kapan dan dimana akan digunakan serta kapan kita harus fokus dan dapat kita sisihkan terlebih dahulu. mari kita bijak dalam menggunakan gadget.
Gadget kadang membuat yang dekat menjadi jauh dan yang jauh menjadi dekat, fenomena seperti itu sering kita lihat, mereka duduk di satu meja makan, diam dan tak saling bicara hanya sibuk dengan gadgetnya sendiri dan kadang tertawa sendiri, pernahkah hal tersebut terjadi pada diri anda?
Bagaimana perasaan anda jika anda di diamkan saja saat sedang bicara, sedangkan lawan bicara anda sibuk dengan gadgetnya?


Pernahkah kita mengajarkan anak untuk menggunakan internet yang bijak?, pernahkah kita menegur anak karena bermain game terlalu lama?. Jika hal ini sering terjadi maka akan berdampak kepada komunikasi, kedekatan, kesehatan mata, karakter anak, sikap individualisme, dan lain-lain.
Semua hal tersebut ada di Adakah Sedikit Waktu Untukku?







membangun kepercayaan anak?

Anak merupakan individu yang unik, mereka memiliki karakter masing-masing dan tidak bisa disamakan, anak pertama belum sama karakternya dengan anak kedua walau dari orang tua yg sama,  benar ga?

Anak bukan milik kita sepenuhnya, ia memiliki keinginan yang kadang beda dengan diri kita, apakah kita bisa menerima hal itu?

Membangun kepercayaan kepada anak memerlukan proses pendekatan dalam waktu yang lama, oleh sebab itu diperlukan kedekatan fisik dan jiwa kepada mereka. Adakah waktu untuk mereka?
Semua itu baru akan anda sadari saat dia memiliki masalah, semua itu teruji, apakah benar kita dekat padanya atau tidak?

Mungkin saat ini mereka masih balita, masih anak-anak tetapi berapa tahun kemudian ia menjadi remaja dan dewasa, saat mereka ada masalah dan kita tidak dekat dengannya, apa yang akan terjadi?
Tantangan kita sebagai orang tua dimasa depan adalah narkoba, sex bebas, game, internet, dan lain-lain, bayangkan jika kita tidak dekat kepada mereka apakah larangan, omongan, anjuran, perintah kita didengar oleh anak kita?.

Saat kita tidak dipercaya maka kita tidak akan didengar apapun omongan kita, karena anak memiliki pandangan yang berbeda dengan diri kita. Mereka tidak merasa penting dengan diri kita, karena kita telah memperlakukan mereka seperti itu.

Anak itu memiliki rasa dan perasaan, ia mengetahui kita tulus atau tidak, mungkin secara fisik kita dekat dengan mereka, tetapi masalah hati apa juga kita dekat dengan mereka?, mereka butuh kasih sayang, belaian, waktu untuk didengarkan ceritanya, waktu untuk ngobrol dengan mereka setiap hari, dari situlah kita bisa membangun kepercayaan kepada anak.


Ujian kepercayaan dan kedekatan dengan anak saat menghadapi masalah ada di ebook Ebook Membangun Karakter Anak

Thursday, September 25, 2014

Saat ibumu memanggil?

Saat kita masih jadi seorang bayi kita tidak memiliki apa-apa, kita tergantung dengan kasih sayang seorang ibu, ibu kita dengan penuh kasih sayang mandikan, menyuapi kita, mengajarkan kita berjalan dan lain-lain sehingga kita menjadi besar seperti ini dan berhasil seperti ini.

Dahulu ibu selalu ada waktu untuk diri kita, ia selalu menunggu kita pulang sekolah, saat kita pulang telat karena terlalu asik bermain ia cemas menunggu kita, tetapi apakah kita peduli dengan kecemasannya?


Saat ini kita telah menjadi seorang dewasa yang telah memiliki penghasilan, berapa persen penghasilan kita yang diberikan kepada seorang ibu?.

Dahulu ibu selalu memberikan baju yang baru, ajak kita jalan2 untuk memilih pakaian, mainan, makanan yang kita mau, tetapi sekarang saat ibu telah tua apakah kita mengajak mereka jalan2, mengajak membelikan baju yang ia sukai, atau tas yang ia inginkan, bandingkan pakaian ibu dengan pakaianmu siapa yang lebih mahal?, tetapi seorang ibu tidak pernah meminta hal tersebut, ia hanya meminta sedikit waktu kita untuk dapat mengunjunginya, tetapi apakah kita ada waktu untuk ibu ?, kita akan menyesal saat ibu kita telah meninggal dunia, apakah kita siap menyesal seumur hidup?

Sisi Lain Yang Terlupakan? menceritakan pengalaman tentang hal-hal yang kita lupakan karena kesibukkan pekerjaan, bisnis dan lain2.

bahagia..Itu Mudah  telah hadir di wayang force dan mari kita buktikan bahwa bahagia itu mudah.

Wednesday, September 24, 2014

Menciptakan keseimbangan

Apa yang kita butuhkan dalam hidup?
Kita membutuhkan uang, kesehatan, kenyamanan, sandang, pangan, papan, tetapi apakah kita membuat keseimbangan dalam meraih hal tersebut?

Dalam meraih hal tersebut kadang kita tidak membuat keseimbangan malah kadang kita condong kepada sesuatu hal saja dan kita lupakan hal yang lain, seperti kita sibuk bekerja tanpa memperhatikan kesehatan, sehingga kita jatuh sakit dan semua hasil dari kerja keras kita tidak dapat kita nikmati dan malah habis untuk biaya berobat, apa hasil dari ketidak seimbangan hidup tersebut?

Tujuan dari keseimbangan hidup adalah kita mengetahui kebutuhan diri kita, kebutuhan istirahat, kebutuhan bekerja, kebutuhan sandang, pangan, papan dan yang penting kita sadar bekal saat kita telah meninggal dunia..he.hee.

Dahulu saya merasa orang yang paling dibutuhkan, paling penting di kantor, tetapi saat itu saya merasa ada sedikit kesombongan dalam diri saya, saya merasa diperlukan maka saya merasa hebat, malah kadang meremehkan orang lain, waktu dan kesibukkan saya membuat saya jauh dari Allah SWT dan keluarga. 

Saat itu saya merasa hidup itu menjemukan karena sehari atau dua hari di luar kota, beberapa hari kemudian juga di luar kota, sehingga waktu untuk diri saya sendiri saya lupakan, waktu untuk istirahat saya abaikan dan waktu bersama keluarga seakan waktu sisa dari kesibukkan saya. Suatu hari saya merasa bosan akan kehidupan seperti ini dan saya ingin mencari arti kebahagiaan itu?. 

Proses mengenal diri saya, siapakah saya?, buat apa saya dilahirkan? dan apa yang saya butuhkan dalam hidup ini, saya ceritakan di ebook 15 Menit mengenal Diri Sendiri. Apa yang saya dapatkan dari proses mengenal diri saya?, saya mengerti apa saja yang saya perlukan dalam hidup ini, darimana saya berasal dan untuk siapa saya hidup?. 

Proses mengubah diri dari orang yang diperlukan menjadi orang yang biasa saja ada di Ebook Titik Nol Kehidupan. Proses mengubah( Titik Nol Kehidupan diri saya selama 2 smp 3 tahun, saat itu benar-benar pembersihan diri untuk saya dan keluarga. Dari proses tersebut apa yang saya dapatkan yaitu ketenangan jiwa, kenikmatan beribadah dan lain-lain.

mau tahu arti bahagia? silahkan lanjutkan membaca !!