Showing posts with label sahabat. Show all posts
Showing posts with label sahabat. Show all posts

Tuesday, April 28, 2015

Ibu menangis?

Apa sih arti keluarga untuk anda?
Apakah penting keluarga untuk anda?
Dahulu saat kita masih balita sering bertanya kepada orang tua dan sering kali berulang-ulang bertanya tentang hal yang sama, orang tua dengan sabar dan sambil tertawa menjawab pertanyaan kita, tetapi sekarang saat mereka mulai tua dan mulai pikun, mereka menanyakan hal yang berulang-ulang apakah kita menjawabnya dengan tertawa atau malah membentaknya?
Kita ada karena orang tua kita, kita tidak bisa membalas semua kerja keras, kasih sayang dan jasa mereka, tetapi karena kita telah menjadi seseorang yang dihormati karena harta, pangkat atau jabatan kita lupa akan mereka dan kadang mengabaikan mereka, benar ga?
Apakah setiap hari sobat tahu kabar mereka?
Apakah sobat mau mendengarkan cerita mereka?
Berapa banyak ibu yang menangis karena menahan rindu bertemu dengan anak dan cucu-cucunya? pedulikah kita kepada mereka?.
Mereka kadang menelpon kita hanya ingin mendengarkan kabar kita, mendengarkan suara kita, mengetahui kabar anaknya yang ia begitu cintai, tetapi apakah kita mengangangkat telpon mereka?
Tulisan di atas merupakan kutipan dari ebook Sisi lain Yang TerlupakanSisi Lain Yang Terlupakan di Wayang   , Sisi Lain yang Terlupakan getsoop.com.


Sunday, September 28, 2014

mengubah prioritas anak

Setiap pagi adakah waktu kita untuk mengantar anak ke sekolah atau setiap sore pernahkah kita bertanya kepada mereka tentang sekolah mereka, keadaan mereka?

Kita bisa setiap detik, menit memegang gadget kita, sibuk update status tentang lokasi kita, banyak orang yang klik like, berkomentar akan status yang kita buat, tetapi apakah kita tahu setiap saat perasaan anak kita?, perasaan saat ia dicemooh oleh teman kelasnya, perasaan saat ia merasa sendirian di rumah, perasaan saat temannya bisa dijemput oleh ibunya sedangkan kita bekerja, apakah saat kita pulang kerja bersamanya atau sibuk dengan pekerjaan yang dibawa pulang ke rumah?

Sadarkah kita sobat bahwa waktu kita bersama anak hanya sampai ia berusia tujuh atau delapan tahun, setelah itu dia akan sibuk dengan teman, sahabat, atau les-lesnya, jika mereka ada masalah siapa yang akan mereka mintakan pendapat jika bukan diri kita sebagai orang tuanya?

Saya seorang pria yang bekerja setiap hari, saya menyediakan waktu pagi untuk mengantar putri sekolah, saat mengantar sekolah saya bernyanyi, bergembira dengannya, saya matikan semua alat komunikasi dan musik, saya ingin waktunya berarti walau hanya 30 menit sehari, saya selalu peluk dan katakan cinta padanya. 

Sebuah waktu yang tidak akan saya biarkan begitu saja saat saya bersama Putri di pagi hari dan tidak ingin saya ganti dengan kegiatan lain, saya hanya ingin mengantarnya ke sekolah sampai gerbang atau kelasnya dan memeluknya, mengatakan cinta kepadanya walau pekerjaan saya menunggu, biarlah pekerjaan menunggu tetapi waktu yang sedikit ini hanya untuknya. Jika kita tidak paksakan maka kita tidak akan memiliki waktu untuk anak, kita kadang lupa prioritas kita bekerja untuk membahagiakan anak dan istri dari hasil pendapatan kita, tetapi apakah kedekatan, pelukan dan kasih sayang tidak diperlukan anak?

Proses mengubah prioritas tentang anak saya ceritakan di Waktu Untuk Anak, Isi ebook ini tentang proses kedekatan hati, emosi dengan anak dari sejak kehamilan sampai berusia 6 tahun. Perbandingan mother care, tips memilih mother care dengan menggunakan baby sister, mengajarkan anak mandiri, berani, seni, proses menumbuhkan kepercayaan setelah mengalami trauma.

Thursday, July 11, 2013

Apakah anda telah berterima kasih kepada diri anda?

Berterima kasih kepada diri kita sendiri merupakan pertanyaaan aneh, tetapi akan terasa jika kita mengabaikan diri kita sendiri. Tubuh kita di aliri oleh darah, jantung dan paru-paru yang membawa oksigen dan makanan keseluruh tubuh. Selain itu kita memiliki sepasang telinga, hidung, mata, kaki, tangan serta jari-jari yang sempurna.

Jika salah satu bagian diri kita sakit karena kita tidak menjaga kesehatan dengan baik maka seluruh tubuh pun akan merasakan sakit. Banyak orang yang sudah tahu bahwa sehat itu adalah anugrah yang tak terhingga, namun tahu bukan berarti kita sudah bersyukur. 

Kadang rasa tahu ini sudah menjadi hal yang biasa sehingga menjadi sesuatu yang sudah seharusnya (given). Kita merasa sehat adalah milik kita, seperti halnya nafas, makan, minum menjadi sesuatu yang tidak kita fikirkan hadirnya secara sadar.

Aku banyak bertemu dengan teman yang bercerita tentang pentingnya sehat, aku yakin andapun begitu. Namun ijinkan aku berbagi kisah seorang kawan lama. Kawan aku ini orang tuanya sangat berkecukupan, apapun yang diinginkan insyaallah bisa didapat. Keluarga yang sakinah, karier yang cemerlang dan bahkan mereka bolak balik tinggal di luar negeri seperti apabila kita pergi ke Jakarta-Bogor, intinya harta sepertinya bukan masalah buat mereka.

Suatu ketika, mereka sekeluarga berlibur ke Bangkok Thailand, kebetulan ayah kawan aku ini (aku panggil Paman) ingin reuni dengan kawan-kawan lamanya disana. Paman ini adalah pekerja keras, sangat disiplin baik waktu maupun kesehatannya. Semua terlihat lancar sampai suatu pagi di Bangkok, Paman tiba-tiba tidak bisa bergerak, dia tidak bereaksi dan tidak bisa berkata apa-apa.