Showing posts with label sekolah. Show all posts
Showing posts with label sekolah. Show all posts

Thursday, September 18, 2014

tips mengajarkan kesalahan kepada anak

Seringkah kita melarang anak? Sering...he..he karena kita takut anak terluka, kan kita sayang banget sama mereka. Sama dong..he..hee.
Tetapi setelah melarang apakah kita menjelaskan kepada mereka, mengapa kita melarang hal tersebut?
Kadang ada orang tua yang melarang dengan suara keras, menjerit dan hal tersebut membuat anak takut dan kadang juga membuat anak trauma, sadarkah kita akan hal tersebut?
Anak memiliki rasa ingin tahu karena mereka belum tahu dan ia ingin tahu rasanya seperti apa, rasa itu akan ia ingat seumur hidupnya. Tetapi jika kita melarangnya ia hanya tahu itu tidak baik saja tanpa merasakan hal tersebut.
Dengan pelarangan kadang membuat anak tidak mau mencoba, jika tidak mau mencoba maka ia akan kehilangan keberanian untuk mengetahui hal baru.
Setiap pagi saya mengantar Putri ke sekolah, dalam perjalanan yang kadang macet membuat saya berfikir, apakah tidak ada jalan potong?
Saya ajak putri untuk mencoba lewat jalan baru dan kami sama-sama tidak mengetahui kemana itu akan keluar trtapi saya mengetahui arah tujuan kami.
Saya ceritakan kepada putri bahwa mencoba dan belajar dari kesalahan seperti mencoba jalan tembus yang belum kita ketahui, menyasar atau berbelok arah itu pasti tetapi kita harus berusaha untuk mencapai tujuan kita yaitu sekolah putri, kami berbelok arah hari itu dan malah agak lambat tetapi kami sampai tujuan.
Keesokan harinya di saat yang sama saya ceritakan kepada putri bahwa saya tersesat, tetapi tidak masalah karena kita harus mencoba dan belajar dari kesalahan kemarin, saya lewat jalan tersebut kembali dan kami lebih cepat dan tidak terkena macet, putri senang karena kami berdua mencoba bersama, dan nanti setelah pulang sekolah saya akan ceritakan bahwa saya tidak tersesat karena telah tahu jalannya.
Pengalaman seperti ini yang saya selalu ajarkan kepada putri dan pengalaman tersebut ada di ebook adakah waktu untukku ?

Wednesday, September 10, 2014

Pentingkah membangun kepercayaan anak ?

Kita kadang sibuk dengan memberikan kepercayaan kepada client, relasi bisnis dan teman kerja kita, tetapi adakah sedikit waktu kita untuk membangun kepercayaan kepada anak kita?.
Anak kita sudah percaya kok dengan kita sebagai orang tua, mereka menuruti kemauan kita dan mendengarkan kita, tetapi apakah kita pernah mendengar kemauan mereka?, apakah ada waktu kita untuk membuat mereka merasa nyaman, merasa dekat dan terbuka kepada diri kita.

Saat kita pintar, kita lulus SMA, Diploma, Sarjana, Master dan menjadi Profesor, sedangkan anak kita bagaimana?, saat melihat anak setiap pagi menangis karena tidak ingin sekolah, bagaimana perasaan anda?.  Saya sebagai seorang ayah saat itu merasa sangat sedih, hancur hati ini, kesal dan merasa telah gagal mendidik anak padahal saat itu baru masuk sekolah dasar. Berbagai pilihan, metode saya terapkan agar Putri mau sekolah kembali dan hal tersebut berhasil.

Dahulu saat Putri bahagia dan ceria saya juga merasakan hal tersebut, tetapi saat Putri mengalami sedikit trauma saat masuk Sekolah Dasar hal tersebut tidak benar, saya belum sepenuhnya bisa dipercayai olehnya, ia masih merasa bahwa saya menyuruhnya sekolah karena kemauan saya, karena gengsi saya kepada teman-teman kantor, karena itu hanya maunya orang tua bukan maunya Putri. 

Sebelum masuk sekolah ia bahagia, ia ceria dan ia dapat ditinggal sendiri tetapi saat ada yang membuat hatinya terluka, ia merasa sendirian, ia belum yakin bahwa orang tuanya dekat kepadanya dan membela dirinya.
Putri terluka dan kamipun sebagai orang tua juga terluka.

Proses membangun kepercayaan kepada dirinya membutuhkan proses pendekatan yang sangat intensif, saya harus cuti selama 8 hari kerja dan saya mencari guru yang bisa ia percayai seperti orang tuanya.



Dari hal tersebut maka saya buatkan ebook Adakah Sedikit Waktu Untukku ?, ebook ini berisi proses mendidik Putri dari masa kandungan sampai ia berusia 6 tahun, pengalaman yang ingin saya berbagi agar semua orang tua tidak mengalami hal seperti saya. Karena tidak mudah proses menghilangkan traumanya dan hal tersebut berpengaruh ke masa depannya. 

Ebook ini berisi dari proses kehamilan sampai anak berusia 6 tahun, ebook ini juga berisi tentang keuntungan menggunakan jasa babys sister atau penitipan anak, tips mengajarkan anak game dan internet dan lain-lain.

Anak merupakan kebahagiaan kita nantinya, kok bisa? saat anak kita tidak terkena narkoba, tidak melakukan sex bebas dan dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa maka kita akan merasakan bahagia, saat mereka peduli dengan waktu tua kita, saat mereka peduli dengan kebutuhan diri kita?, maka semua itu terasa sudah terbayar lunas di kehidupan ini. Apakah anda mau mencoba belajar dari pengalaman yang ada di ebook Adakah Sedikit Waktu Untukku?.

Saturday, September 6, 2014

Jual Ebook Adakah Sedikit Waktu Untukku

Waktu terasa cepat berlalu dan sadarkah bahwa waktu tidak mungkin kembali lagi, enam tahun yang lalu Putri masih bayi dan ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang ia telah kelas satu Sekolah Dasar. Adakah waktu untuk anak dalam proses kehidupannya?.
Pentingkah kita dekat kepada anak sejak dini?, buat apa dekat dengan anak?, adakah waktu yang berkualitas untuk mereka?, apakah kita lupa bahwa anak merupakan titipan Tuhan yang langsung diberikan kepada diri kita?.

Pengalaman saat kehamilan Putri, saat Putri tidak bisa berjalan karena kecelakaan sepeda, saat Putri tidak mau masuk sekolah dasar, perbandingan baby sister dengan penitipan anak, peran seorang suami dalam kehamilan, mencegah pelecehan seksual pada anak, permainan anak, tips menyiapkan anak agar tidak di bully dan lain-lain ada di ebook ini.

Untuk dekat kepada anak diperlukan kelembutan hati, rasa percaya diri, kasih sayang, kepercayaan dan berbuat seperti anak kecil kembali, kita harus memainkan peran dan memposisikan diri sebagai anak agar kita dapat mengetahui bagaimana beban mereka dalam melawan kehidupan ini?

Anak merupakan investasi kita di masa depan, saat anak kita baik dan tidak bermasalah maka kita akan merasa berhasil mendidik mereka. Begitu besar tantangan orang tua dalam era globalisasi saat ini seperti narkoba, pelecehan sex pada anak, pornografi, dan lain-lain. Hal-hal tersebut harus jauh dari anak-anak kita, tetapi bagaiamanakah cara untuk membentenginya?

Ebook Adakah Sedikit Waktu Untukku ? Hanya 9 Ribu Rupiah

Apa yang akan terjadi saat kita tidak dekat dengan anak dan anak tidak mempercayai kita?