Tuesday, September 16, 2014

Tips agar selalu bahagia

Mengapa kita merasa tidak bahagia?

Ih..baru buka blognya sudah ditanya..he..hee, bahagia apakah selalu di identifikasi dengan uang atau kekayaan? tidak, menurut saya karena bahagia itu tidak selalu diukur dengan uang, tetapi uang memang diperlukan untuk melanjutkan proses kehidupan, sebagai nilai tukar, tetapi ingat uang bukan segalanya.

Kita merasa tidak bahagia karena kita kurang bersyukur, kok bisa. Bisa, karena bersyukur dengan yang kita miliki kadang kita lupakan malah kadang kita memikirkan hal yang belum kita miliki dan mengejar apa yang belum kita miliki dengan sepenuh hati, jiwa dan waktu yang kita relakan untuk mengejar hal tersebut. Benarkah itu? benar tetapi akan salah saat itu menjadi prioritas hidup dan melupakan segala hal lain, seperti melupakan kesehatan sehingga kita masuk rumah sakit karena kurang beristirahat, tidak olahraga dan lain-lain. 

Kita merasa tidak bahagia karena kita lupa bahwa kesehatan itu merupakan anugrah yang sangat indah dan perlu kita syukuri, mengapa ? saat kita memiliki banyak uang dan bisa membeli apapun juga untuk kita makan, tetapi karena sakit kita hanya makan bubur saja dan tangan kita terikat dengan infus serta kita tidak dapat jalan-jalan sedangkan teman membuat status facebook, path, twitter sedang menikmati indahnya pantai di Bali..he..hee. bagaimana perasaan kita jika itu terjadi?

Dari hal kecil seperti itu seharusnya kita dapat bersyukur atas kesehatan yang kita miliki. Cara dan proses saya memahami kebahagiaan ada di Ebook Bahagia..?..Itu Mudah

Monday, September 15, 2014

Tips agar doa terkabul

Doa terkabul adalah hak dari Allah SWT atau Tuhan Yang Maha Esa, mengapa sih kita berdoa tetapi belum dikabulkan?. Sebuah pertanyaan apakah kita yakin doa kita akan dikabulkan?.

Analogi seperti anak kecil yang sedang meminta dibelikan mainan, akan memaksa untuk dibelikan mainan tersebut kepada diri kita. Apakah kita langsung membelikan mainan untuknya?, apa yang kita minta kepada anak agar mainan tersebut dibelikan oleh kita?.

Anak harus berbuat ini dan itu terlebih dahulu, kalau menurut pendapat saya sama seperti kita berdoa kepada Allah SWT atau Tuhan Yang Maha Esa.

Mengapa kita berdoa?, mengapa kita meminta hal tersebut?

Saat kita berdoa apakah kita hanya berbicara kepada Allah SWT atau Tuhan Yang Maha Esa atau memikirkan hal lain. 

Tips Agar doa terkabul :

Mengapa keluarga tidak harmonis?

Kadang kita mengharapkan memiliki pasangan yang ganteng atau cantik, baik, nurut, mengikuti keinginan kita dan sempurna. Tetapi sadarkah kita bahwa diri kita pun tidak sempurna?, karena semua manusia tidak ada yang sempurna.

Kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, sadarkah kita kita jarang sekali menerima keadaan pasangan kita, kita menuntut mereka ingin seperti apa yang kita mau, bukan menerima kelebihan dan kekurangan mereka sehingga kita saling melengkapi agar keluarga kita menjadi sempurna karena ada dua orang manusia yang saling mengerti, memahami, menghormati, dan menyayangi satu dengan yang lainnya. 

Saat dahulu kita memilih pasangan, kita sendiri yang memilih dan membela serta membanggakan mereka dihadapan orang tua, tetapi sekarang kadang kita berkeluh kesah kepada orang tua karena kekurangan mereka, padahal kita telah berjanji dihadapan Tuhan yang Maha Esa dan orang tua untuk membuat mereka bahagia dan selalu setia selamanya.
Dengan keluarga yang bahagia maka akan menciptakan anak yang bahagia, apakah kita ingin anak kita bahagia?


Saat kita tidak menuntut pasangan seperti yang kita mau maka kita sadar bahwa kita menerima kekurangannya. Apakah kita bisa menerima hal tersebut?

Semua dasar dari keluarga adalah saling mengerti dan memahami, semua hal tersebut saya ceritakan berdasarkan pengalaman saya di Ebook Tips Menciptakan Keharmonisan Keluarga

Sunday, September 14, 2014

mengapa keluarga tidak harmonis?

Kadang kita mengharapkan memiliki pasangan yang ganteng atau cantik, baik, nurut, mengikuti keinginan kita dan sempurna. Tetapi sadarkah kita bahwa diri kita pun tidak sempurna?, karena semua manusia tidak ada yang sempurna.

Kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, sadarkah kita kita jarang sekali menerima keadaan pasangan kita, kita menuntut mereka ingin seperti apa yang kita mau, bukan menerima kelebihan dan kekurangan mereka sehingga kita saling melengkapi agar keluarga kita menjadi sempurna karena ada dua orang manusia yang saling mengerti, memahami, menghormati, dan menyayangi satu dengan yang lainnya. 

Saat dahulu kita memilih pasangan, kita sendiri yang memilih dan membela serta membanggakan mereka dihadapan orang tua, tetapi sekarang kadang kita berkeluh kesah kepada orang tua karena kekurangan mereka, padahal kita telah berjanji dihadapan Tuhan yang Maha Esa dan orang tua untuk membuat mereka bahagia dan selalu setia selamanya.
Dengan keluarga yang bahagia maka akan menciptakan anak yang bahagia, apakah kita ingin anak kita bahagia?
Saat kita tidak menuntut pasangan seperti yang kita mau maka kita sadar bahwa kita menerima kekurangannya. Apakah kita bisa menerima hal tersebut?

Semua dasar dari keluarga adalah saling mengerti dan memahami, semua hal tersebut saya ceritakan berdasarkan pengalaman saya di Ebook Tips Menciptakan Keharmonisan Keluarga

perlukah berkurban ?

Sebuah pertanyaan perlukah kita berkurban?
Ada yang bilang perlu dan malah ia berusaha menabung agar dapat berkurban dan berbagi kepada orang lain, tetapi ada juga yang malah tak mau berkurban karena merasa masih kurang dan tidak kaya.
Sebuah pengalaman dan seorang yang beragama non muslim dan merupakan orang keturunan cina yang membuat inspirasi untuk saya, setiap tahun ia selalu berkurban bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk para pegawaianya dengan kurban yang terbaik, kambing yang besar serta gagah selalu ia berikan kepada masjid atau musholla.
Ia ingin semua orang yang tidak bisa setiap hari makan daging dapat menikmati daging setiap hari idul fitri, ia ingin membahagiakan pegawainya dengan mengkurbankan sesuatu yang terbaik dan toh mereka juga telah memberikan yang terbaik dalam pekerjaan mereka.
Sebuah pemikiran yang sederhana tetapi memiliki makna yang dalam.
Hal ini saya ceritakan di ebook memajukan islam.
Sebuah pertanyaan ia saja mau berkurban walau bukan muslim, masa kita masih ragu untuk berkurban?